Ini Strategi Pemerintah Atasi Ketimpangan Sosial

 Jakarta, 09/08/2017 Kemenkeu – Meskipun mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik, ketimpangan di Indonesia masih terhitung tinggi. Ketimpangan terjadi pada kelompok kaya dan miskin tercermin dari rasio Gini dan simpanan orang kaya masih mendominasi simpanan bank. Ketimpangan juga terjadi antar daerah dimana Jawa masih mendominasi ekonomi sementara daerah lain masih terbelakang khususnya Kawasan Indonesia Timur.

Dikutip dari situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Bidang Perekonomian), guna mengatasi ketimpangan yang terjadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Darmin Nasution mengatakan, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi khusus. Pertama, membangun infrastruktur strategis dan prioritas: pelabuhan, bandara, bus rapid transit, kereta api, jalan baru, listrik, bendungan, dan kilang minyak.

“Pertama adalah infrastruktur. Ini karena tanpa konektivitas kita tidak bisa apa-apa. Ada lahanpun tanpa konektivitas juga sama,” katanya pada Indonesia Development Forum, Rabu (09/08), di Jakarta.

Selanjutnya adalah pemberian bantuan sosial. Subsidi dan bantuan sosial pada APBN 2017 mencapai Rp114,5 triliun yang terdiri dari Rastra (Rp21,4 triliun), Bantuan Kesehatan (Rp26 triliun), Bantuan Pendidikan (Rp10,8 triliun), Program Keluarga Harapan (Rp11,3 triliun), dan Subsidi Listrik (Rp45 triliun).

Ia menekankan pemerintah akan mulai memperbaiki penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) dan Program Keluarga Harapan (PKH). “Meskipun belum menyeluruh namun kita sudah mulai. Kita harus mempertajam sasarannya yang memang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Beberapa formula lain yang tengah disiapkan antara lain pemerintah akan fokus pada program reforma agraria dan pendidikan/pelatihan vokasi serta melakukan reformulasi dan penajaman kebijakan pengembangan industri manufaktur, pariwisata, perdagangan dan perikanan. (nr/rsa)

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *